KENAIKAN BAHAN PANGAN MULAI ALAMI KENAIKAN

 

Menjelang perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018  kenaikan beberapa bahan makanan mulai dirasakan masyarakat.

 

Surabaya – Kenaikan bahan makanan selalu terjadi setiap menjelang perayaan Hari Raya Natal, maupun tahun baru. Seperti yang terjadi pada tahun ini.

 

Di Pasar Wonokromo Surabaya, beberapa bahan makanan dan bumbu dapur mulai mengalami kenaikan. Seperti pada ayam potong, sejak 5 hari yang lalu terus mengalami kenaikan setiap hari. Dari harga Rp 28.000per/kg sampai sekarang terus merangkak naik menjadi Rp 33.000 per/kg. Demikian juga pada telur aya, juga mengalami kenaikan dari Rp 20.000 menjadi RP 26.000.

Daging sapi justru sebaliknya, tidak mengalami kenaikan. Masih di kisaran harga Rp 105.000 sampai Rp 110.000. Sedangkan bumbu dapur yang mengalami kenaikan yaitu cabe rawit yang tadinya Rp 20.000 per/kg menjadi Rp 26.000per/kg.

Bawang merah dari harga Rp 14.000menjadi Rp 16.000 per/kg. Bawang putih juga mengalami kenaikan yang tadi Rp 18.000 menjadi Rp 21.000 per/kg. Sebaliknya cabai merah besar mengalami penurunan harga dariRp 25.000 menjadi Rp 22.000 per/ kg.

 

Sayuran yang mengalami kenaikan drastis yaitu kubis yang tadinya hanya Rp 500 per/kg menjadi Rp 3000 per/kg.Untuk sayuran yang lain seperti wortel, tomat maupun kentang tidak mengalami banyak kenaikan.

 

Kenaikan bahan makanan ini mau tidak mau membebani masyarakat terutama para ibu rumah tangga.

“ Saya ya tetap membeli bahan makanan itu meski mengalami kenaikan. Untuk mensiasati agar tidak merugi, saya hanya mengurangi porsi nasi jualan. Karena tidak mungkin menaikkan harga sepiring nasi. “,ungkap Nursyahlah pedagang warung nasi.

 

Sementara itu di Pasar Bendul Merisi yang merupakan pusat penjualan  beras, kondisinya juga tidak jauh berbeda. Untuk semua jenis beras mengalami kenaikan antara Rp 1500 sampai Rp 2000 per/kg. Bahkan kenaikan ini terjadi mulai awal bulan Desember lalu.

Bahkan di perkirakan akan terus mengalami kenaikan sampai bulan Maret. Kenaikan harga beras ini terjadi selain musim panen sudah habis dan banyak terjadi banjir. Juga saat ini sedang musim tanam. Dimana para petani baru mulai menanam padi.

“ Kalau bulan lalu saya membeli beras merk kepala lele  1 sak seharga Rp 240.000 sekarang menjadi Rp 260.000. Tapi ya masih wajar saja sih kalau menurut saya sendiri “, jar Wardi pembeli.

 

Dengan adanya kenaikan beberapa bahan makanan ini memang memberatkan masyarakat. Tinggal bagaimana  para ibu mensiasatinya agar kebutuhan makanan untuk keluarganya terpenuhi.(da/in)






Comments are Closed