15 TAHUN BERAKSI, SINDIKAT BOBOL ATM DIBEKUK

 

Tim Anti Bandit Unit Jatanras Polrestabes Surabaya, berhasil membongkar sindikat pembobol kartu ATM yang sudah 15 tahun beraksi di wilayah Bali, Jakarta dan Surabaya. Selain mengamankan tiga tersangka, polisi juga menyita barang bukti berbagai kartu ATM dan kartu perdana seluler yang digunakan para tersangka dalam setiap aksinya.

 

Surabaya – Inilah tiga pelaku sindikat pembobol kartu ATM yang sudah lama menjadi target incaran polisi. Mereka adalah YR (59) , Warga Jalan Gili Kecamatan Pabean Cantikan Surabaya, F (39) ,Warga Jalan Kalingga Tengah Semarang, dan N (54) ,Warga Jalan Kebayoran Lama Jakarta Selatan.

 

Ketiganya ditangkap anggota Tim Anti Bandit Unit Jatanras, lantaran sudah 15 tahun menjadi sindikat spesialis pembobol kartu ATM, yang kerap beraksi di tiga wilayah yakni wilayah Bali, Jakarta, dan Surabaya.

 

“ Modus yang dilakukan sindikat ini tergolong baru yakni dengan mengaku sebagai pengusahan yang ingin mencari stok barang untuk diekspor “, tegas Kombespol Rudi Setiawan Kapolrestabes Surabaya.

 

Saat menemukan calon korbannya, mereka langsung mengatur siasat. Untuk meyakinkan korbannya, tersangka YR langsug mengajak korban ke ATM. Di ATM tersebut, YR menunjukkan 1 kartu ATM khusus yang bisa menampilkan nominal 99 milyar rupiah di mesin ATM. Itu diakuinya dibeli dari seseorang di Jakarta dengan harga Rp 1.000.000.

 

Saat korbannya mulai tertarik dengan ATM yang berisi 99 milar tersebut, tersangka Y jutru balik meminta korban menunjukkan saldo isi atmnya. Dari situlah, tersangka N dan F memperhatikan pin ATM dan mengalihkan perhatian korban, serta menukar kartu ATM milik korban dengan ATM palsu yang sudah disiapkan sebelumnya. Akibat peristiwa ini, korban merugi hingga puluhan juta rupiah.

 

“ Saya sudah cukup lama melakukan praktik pembobolan kartu ATM tersebut dan uang hasil kejahatannya kerap digunakan untuk biaya hidup sehari-hari karena mereka semua tidak punya pekerjaan tetap “, ungkap tersangka YR.

 

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka akan dijerat Pasal KUHP tentang penipuan yang ancaman hukumannya diatas 5 tahun kurungan penjara. (kf/in)






Comments are Closed