TAGIH HUTANG SAMBIL BAWA PEDANG, DEBT COLLECTOR DIAMANKAN

Seorang debt collector (penagih hutang diamankan anggota Reserse Kriminal Polres Surabya. Pelaku ditangkap lantaran berlaku kasar pada korban yang memiliki hutang pada kliennya. Saat dilakukan penangkapan, polisi menyita barang bukti satu buah pedang dan rantai yang diduga digunakan pelaku dalam setiap penagihan.

 

 

Surabaya – Polisi terus berupaya memberantas tindak premanisme yang terjadi di Surabyaa. Terbukti anggota Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, berhasil mengamankan Eduard Micel Plaituka (40) asal Nusa Tenggara Timur yang sehari – hari bekerja sebagai debt collector.

“ Awalnya tersangka Eduard disewa seseorang utuk menagih hutang kepada seorang pengusaha bernama Herryanto Pudiraharjo yang bertempat di jalan Mayar Kertoarjo Surabaya “, ungkap Kompol Lily Djafar Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya.

 

Hutang tersebut sebanyak  3 miliyar rupiah dengan bunganya menjad 7 miliyar rupiah. Pelaku dijanjikan bakal diberi komisi 5 persen dari total seluruh hutang apabila sang debt collector berhassil menagih hutang tersebut.

 

Namun karena berlaku kasar saat menaguh hutang, korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Merespon kejadian itu. Tim Jatanras Polrestabes Surabaya langsung menndatangi lokasi dan mengamankan Eduard. Saat dilakukan penangkapan, polisi menyita barang bukti satu buah pedang dan rantai yang diduga digunakan pelaku dalam setiap penagihan.

 

Untuk mempertanggungjawabkan peruatannya, debt collector ini akan dijerat Pasal 2 Ayat 1 Undang – Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata taam yang acaman hukuman 15 tahun penjara. (kf/in).






Comments are Closed