POLEMIK PEMBANGUNAN MASJID DPRD

Pasca menuai polemik atas rencana pembangunan gedung baru DPRD Kota Surabaya yang rencana awalnya akan dibangun di atas masjid As- Sakinah Dinas Perumahan Rakyat Kawasan pemukiman cipta karya dan tata ruang, akhirnya mengubah desaign awal tersebut. Bangunan masjid akan dipisah dengan pembangunan gedung baru dan dalam waktu dekat proyek multiyears tersebut akan kembali dikerjakan.

 

Surabaya – Masjid As – Sakinah yang sempat mangkrak selama dua bulan usai dirobohkan oleh Dinas Perumahan Rakyat kawasan pemukiman cipta karya tata ruang Pemkot Surabaya yang rencananya akan dibangun ulang sebagai satu tangkaian gedung bary DPRD kota Surabaya bakal segera dibangun ulang. Usai melakukan konsultasi dengan sejumlah tokoh agama dians terkait akan segera melanjutkan pengerjaan proyek senilai 60 miliyar tersebut salam waktu dekat.

“ Tidak akan ada perubahan anggaran dalam pengerjaan proyek multiyears tersebut, hanya saja akan ada perubahan desain pembangunan. Desain awal yang rencananya gedung baru DPRD setinggi 8 lantai tersebut dibangun di atas masjid As – Sakinah atau yang dikenal dengan masjid DPRD Kota Surabaya berubah menjadi 7 lantai dan posisinya terpisah dengan gedung DPRD. Sementara untuk luasan masjid sesuai dengan desaign awal yaitu 10 meter kali 24 meter “, ungkap Ery Cahyadi selaku Kepala Dinas PRKPCKTR.

 

Meski target pengerjaan proyek ini molor lantaran menuai polemik atas perobohan masjid DPRD yang seharusnya pada november lalu namunterhambat. Di sisi lain, Ery optimis proyek multiyears senilai 60 miliar ini akan selesai pada akhir tahun 2018 mendatang. (na/in)

 






Comments are Closed