DUGAAN PEMERASAN DWELLING TIME MANTAN DIRUT PELINDO III DIVONIS BEBAS

Djarwo Surjanto, mantan Direktur Utama PT.Pelindo III divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya, senin siang (4/12/2017). Dari jaksa penuntut umum, Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya atas dakwaan melakukan pemerasaan dalam kasus dugaan pemerasan Dwelling Time di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

 

Surabaya – Dalam agenda sidang pembacaan putusan yang dipimpin hakim ketua Maxi Sigarlaki di Pengadilan Negeri Surabaya , Djarwo dinyatakan tidak terbukti melakukan peamerasan dalam kasus degaan pemerasan Dwelling Time di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

 

Sedangkan, Mieke Yolanda Fiansiska alisan Noni istri Djarwo Surjanto dinyatakan terbukti melakukan transfer. Tapi, Majelis Hakim memutuskan apa yang dilakukan Noni bukanlah perbuatan pidana atau putusan lepas, sehingga Mieke Yolanda pun juga dinyatakan bebas oleh Majelis Hakim.

 

Alasan bebas itu dikareanakan terdakwa Djarwo dianggap bukan sebagai pengambil keputusan saat terdakwa Firdiat Firman dalam berkas terpisah mengajukan kerjasama sewa lahan di blok B, di PT.Terminal Peti Kemas Surabaya untuk kepentingan bongkar muat PT. Akara Multi Karya.

 

Sidang yang digelar di ruang  cakra pengadilan negeri surabaya, terdakwa Djarwo Surjanto dan istrinya Mieke Yolanda, yang didakwa dalam pemerasan sebagai mana diatur dalam pasal 368 ayat 1 KUHP, pada sidang sebelumnya masing – masing dituntut 3 tahun dan 1 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum.

 

” Lega dengan putusan bebasnya. Karena memang dari awal saya dan istri saya tidak pernah terlibat dalam kasus ini “, ujar Djarwo.

 

Seperti diketahui, kasus pungli dwelling time di tubuh Pelindo Tiga ini terbongkar setelah tim saber pungli Mabes Polri diback up Polres Tanjung Perak melakukan operasi tangkap tangan atau OTT terhadap Augusto Hutapea, pada november 2016 lalu. Agusto sebagai Direktur PT.Arka Multi Jaya yang merupakan rekan PT. Pelindo III itu ditangkap saat diduga mengambil uang pungli dari importir.

 

Usai ditangkap dan saat diperiksa, Agusto menyebut nama  beberapa pejabat Pelindo III yang terlibat. Atas pengakuan itu, penyidik akhirnya bergerak dan menggeledah ruang kerja Rahmat Satria, Direktur Operasional PT.Pelindo III. Tak berhenti disitu, kasus ini akhirnya ternyata juga menjerat Djarwo Surjanto, Direktur utama Pelindo III dan isrtrinya yaitu Mieke Yolanda.

 

Atas putusan ini jaksa penuntut umum dari kejaksaan negeri tanjung peral surabaya pun langsung mengajukan kasasi atas putusan tersebut. (kf/in)






Comments are Closed