NIKMATNYA PADUAN COKELAT & TEMPE YANG KAYA NUTRISI

Jika biasanya anda memakan jajanan coklat batangan yang berisi kacang mede atau kacang almond mungkin sudah biasa. Namun pernahkah anda mencicipi coklat batangan yang diidi kacang kedelai atau tempe? Tentu masih jarang bukan.

Di kota Malang, slaah seorang warga berhasil memadukan coklat dengan isi tempe. Rasa dari coklatnya pun tentu tak kalah nikmat dengan coklat biasanya.

 

Malang – Di kawasan jalan ikan laut tawar Kecamatan Kedung kandang Kota Malang, seorang remaja dan ibunya berhasil menciptakan varian coklat baru, yakni coklat tempe. Awalnya sekitar tahun 2011 lalu, Yogi Pratama ingin membuat jajanan coklat yang berbeda dibanding umumnya. Secara tidak sengaja atik terinspirasi dari tempe kedelai yang tidak sempat diolah.

 

Saat itu secara otodidak, ibunya yogi yakni Ati mencoba berulang kali namun gagal. Setelah 1 minggu berusaha, akhirnya ia menemukan komposisi perpaduan coklat dan tempe yang pas, sehingga tempe tidak basi dan gurih di mulut.

 

“ Memanfaatkan media sosial, tempe coklat dengan merk De Konco telah banyak dipesan masyarakat. Sejumlah kota besar seperti Malang, Surabaya, Jakarta,Bali hingga warga Singapura menjadi langganan “, ujar Yogi Surya Pratama selaku penemu coklat tempe.

 

Untuk menikmati sebatang jajanan coklat tempe tanpa pengaweat buatan ini harganya cukup terjangkau, yakni mulai Rp 8.000 hingga Rp 11.000 pembeli diberikan 5 pilihan coklat tempe, yakni Milk Coklat, Pedas, Apel, Stroberi, dan White Coklat.

 

Kini dalam satu hari, produksi tempe menghabiskan 8 hingga 10 kg coklat batangan dengan omzet Rp 10.000.000 setiap bulannya.

Sementara untuk membuat sebatang coklat tempe, dibutuhkan bahan dasar berupa coklat batangan dan tempe. Awalnya coklat batangan di panaskan hingga meleleh dengan titik panas tertentu.

 

Sementara tempe dipotong dan diolah dengan resep khusus, sehingga bisa bertahan dalam waktu lama, meski tanpa bahan pengawet dan telah lolos uji Dinas Kesehatan setempat. (tp/in)






Comments are Closed