INOVASI PETANI LABU MADU DAN DESA WISATA

Konsep wisata edukasi berbasis pertanian dikembangkan warga di Kabupaten Kediri. Yang lebih dikenal dengan desa wisata kampong labu madu. Potensi buahnya yang sangat melimpah dapat meningkatkan ekonomi warga melalui wisata edukasi ini.

 

Kediri – Sejak lima bulan yang lalu warga Dusun Besuk, Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri memulai mengembangkan budidaya labu madu. Pemillihan budidaya labu madu terbukti memiliki keuntungan besar disbanding tanaman melon dan labu lokal.

 

Sedikitnya 20 petani di wilayah ini membentuk kelompok tani dan mengembangkan potensi ini menjadi wisata edukasi berbasis pertanian. Lahan yang tersebar di 15 titik, disulap menjadi tempat wisata dengan gratis biaya masuk.

 

Selain membudidayakan labu madu, para petani juga mengolah labu maddu menjadi aneka olahan kuliner yang dapat meningkatkan perekonomian warga. Hal ini mendapatkan apresiasi dari DPRD Provinsi Jawa Timur.

“ Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga sekaligus dinilai mampu menyokong program kerja Gubernur Jawa Timur “, ujar Subianto selaku Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur.

 

Dilokasi, pengunjung selain bisa langsung melihat bentuk labu madu juga bisa berswaforo serta belajar cara budidaya langsung kepada petani. Selai itu, mereka juga bisa membeli aneka olahan labu berupa getuk pisang labu madu, stik labu madu, donat, hingga dodol labu madu. (nm/in)

 






Comments are Closed