PT SINERGY POWER SOURCE DIDEMO WARGA

Beberapa warga Desa KembangRinggit Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto menggelar aksi unjuk rasa di depan perusahaan minyak dan energi PT. Sinergy Power Source. Mereka menuntut hak atas kepemilikan tanah seluas 3 ha yang di serobot hingga berdirinya pabrik. Warga menduga banyak oknum pemerintah desa dan mafia tanah dalam proses berdirinya pabrik tersebut.

 

Mojokerto – Dengan membawa poster bertuliskan “ Kembalikan dan bayar dulu tanah kami “. Usut tuntas mafia tanah dan tikus tanah. Warga juga berharap pemerintah pusat untuk menerjunkan satgas mafia btanah di Kabupaten Mojokerto.

 

Konflik warga dengan pihak perusahaan sudah berjalan sejak tiga tahun lalu. Lokasi pabrik minyak dan gas yang berada dekat dengan sungai sadar, dulu berupa perkebunan tebu milik warga. Bebrapa bidang milik lima orang, seluas 3 ha hingga saat ini belum mendapatkan ganti rugi. Sesuai harga pasaran diperkirakan nilai jual mencapai angka miliar rupiah.

 

“ Beberapa warga yang memiliki tanah berada di lokasi PT. Sinergy Power Source menuntut hak ganti rugi agar pihak perusahaan membayar sesuai harga pasar setelah perusahaan menguasai tanah warga “, ujar Iwan Setianto sekalu kuasa hukum warga.

 

“ Tanah milik lima warga seluas 3 ha sesuai surat kepemilikan letter c karena warga belum sempat mengajukan permohonan konversi ke BPN “, tambah Iwan.

 

Warga menduga, selain oknum pemerintah desa dan mafia tanah di Kabupaten Mojokerto juga terlibat dalam proses berdirinya perusahaan minyak dan gas ini berdiri.

 

Pihak kuasa hukum merasa heran karena pihak perijinan pemkab Mojokerto bisa mengeluarkan ijin hingga perusahaan berdiri di atas tanah warga yang memiliki bukti kepemilikan tanah. Selain tanah warga. Menurut warga juga terdapat tanah kas desa yang berada dalam lokasi perusahaan. (nu/in)






Comments are Closed