WORKSHOP ETIKA KAMPANYE “ APATISME KAUM INTELEKTUAL PADA POLITIK “

Kemunculan apatisme politik dari kaum intelektual ditandai oleh mandegnya rekuitmen atau mandulnya kaderisasi yang ada dalam tubuh partai politik. Sehingga sangatlah wajar jika kini banyak cara yang dilakukanoleh banyak pihak untuk mengedukasi para generasi muda tentang bagaimana berpolitik yang semestinya.

 

 

Surabaya – Dalam workshop etika kampanye politik yang digelar di Universitas Pembangunan Negeri Veteran Surabaya, kemunculan apatisme politik dari kaum intelektual, utamanya generasi muda disebut Anwar Sadad selaku Sekertaris DPD Partai Gerindra Jatim sebagai sumber rekuitmen pimpinan masa depan sudah mulai terlihat. Hal ini terinsikasi dari pemberitaan dan tayangan – tayangan yang ada di media khususnya televisi tentang tindakan – tindakan yang tidak baik dari pelaku – pelaku politik yang ada di tanah air.

“ Partai politik haruslah menempati perannya untuk bisa menawarkan edukasi politik yang sesuai dengan prinsip – prinsip, etika, dan nilai moral yang menjadi laandasan berpikir dan bertindak sebagai pelaku politik “, ungkap Sadad.

 

“ Workshop Etika Kampanye Politik ini selain sebagai sarana edukasi bagi para mahasiswa juga sebagai jalan mudah agar mahasiswa mengenal dunia yang praktis terutama di dunia yang praktis terutama di dunia politik. Dimana penekanannya juga pada pemahaman peran media dan pengelaman yang holistic tentangg bagaimmana praktek – praktek politik terkait dengan media massa terutama dalam menghadapi kepentingan – kepentingan politik yang dalam hal ini digunakan sebagai media kampanye menjelang Pilgub Jatim 2018 “, ujar Catur Suratmadji selaku Kaprodi Ilmu Komunikasi UPN Jatim. (el/in)






Comments are Closed