Ajang Sudamericano Master De Atletismo XIX di Santiago Chile DI JUARAI OLEH KAKEK 63 TAHUN

Prestasi membanggakan sukses diraih oleh seorang kakek asal Kota Malang yang berhasil menjadi juara dunia turnamen lari 100 meter, lompat jauh, dan lompat jangkit, dalam kelompok usia 60 tahun di Ajang Sudamericano Master De Atletismo XIX di Santiago Chile. Atas prestasinya itu, sang kakek menyakini bahwa kemampuan Indonesia dengan Negara lain di dunia ini, tak berbeda jauh dan tentu bisa diterapkan pad segala bidang umur.

 

Malang – Kakek berusia 63 tahun bernama Suwandi ini asli kelahiran Malang ini baru saja mencatatkan rekor baru dengan menjadi juara dunia dengan sekaligus meraih mendali emas di kelas lari 100 meter, lompat jauh, dan lompat jangkit dalam kelompok usia 60 tahun di Ajang Sudamericano Master De Atletismo XIX di Santiago Chile pertengahan November kemarin.

 

Bertanding di tengah dinginnya udara pegunungan chile takmenyurutkan semangat dari pria yang kini bercucu Sembilan tersebut, beradaptasi selama tiga hari pertama sudah cukup untuk Suwandi bisa bertanding dengan maksimal di kejuaraan empat tahunan itu dengan menyabet tiga mendali emas.

“ Saya sangat bangga dan terharu karena kemampuan Indonesia dengan Negara lain di dunia ini berbeda jauh dan tentu bida diterapkan pada segala bidang umur “, ujar Suwandi atas prestasinya.
Suwandi pun bertekad akan terus bertekad menjadi atlet lari dari khususnya dari cabang olah raga persatuan Atlet Master Indonesia Kota Malang hingga akhir hayat.

 

Sementara itu,pasca menjuarai lomba lari tingkat dua ini, Suwandi pun menjalani rutinitasnya menjadi pelatih lari dan juga menjadi aktifitas latihan lari yang biasanya ia lakukan di Stadion Gajayana Kota Malang. (tp/in)






Comments are Closed