WASPADA GEJALA  LEPTOSPIROSIS MIRIP GEJALA FLU

Memasuki musim hujan, Kadinkes Jatim meminta masyarakat lebih waspada dan senantiassa menjaga kebersihan, apalagi pasca adanya suspesct virus tikus atau leptospirosis yang pada warga Babatan. Disisi lain Kadinkes juga meminta masyarakat yang sakit untuk menjalani pengobatan, pasalnya penyakit leptospirosis memiliki gejala mirip sakit flu.

 

Surabaya – Kepala Dinas Kesehatan Jatim Dokter Kohar meninjau ke rumah warga di Babatan yang diduga Suspect Leptosirosis. Dalam kesempataan ini pihaknya meminta masyarakat lebih waspada karena sudah memasuki musim hujan.

 

Penyakit Leptosirosis atau Virus Tikus sendiri memiliki gejala menyerupai gejala flu, yaitu demam tinggi, sakit kepala, menggigil, nyeri. Pada tahap lebih lanjut muncul gejala berupa muntah, sakit kuning, nyeri perut, diare dan ruam.

“ Gejala umumnya terjadi selama sepekan. Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebabkan kerusakan ginjal, hati, meningitis, gangguan pernapasan hingga kematian. Untuk itu jika warga sakit dengan gejala mirip flu dianjurkan untuk meminum obat dan pengobatan ke dokter “, ujar Dr.Kohar.

 

Kadinkes Jatim menghimbau warga agar menjaga kebersihan lingkungan. Pasalnya virus Leprospira dapat hidup di air tawar selama lebih kurang 1 bulan. Bahkan Leptospira juga bisa bertahan di tanah yang lembab, tanman, maupun lumpur dalam waktu lama. Biasannya virus dari tikus ini juga terbawa air saat banjir. (na/in)

 






Comments are Closed