JADI TERSANGKA, IMAM SUPI’I JARANG KE KANTOR

Sidoarjo – Kasus dugaan gratifikasi yang menjerat Imam Supi’I ternyata juga berdampak pada rutinitas kehadirannya sebagai anggota Dewan DPRD Sidoarjo. BK mencatat terhitung selama dua kali paripurna yang bersangkutan tak juga hadir. Pihak Badan Kehormatan DPRD Sidoarjo akan memanggil Imam Supi’I untuk dimintai keterangan atas pelanggaran disiplin anggota DPRD yang kini jadi tersangka kasus dugaan gratifikasi.

 

“ Pihaknya tak segan – segan apabila ada anggota dewan yang enam kali pada saat siding paripurna tak hadir maka pihaknya akan memanggil yang bersangkutan “, ujar  Hadi Subiyanto selaku Wakil Ketua Badan Kehormatan DPRD Sidoarjo.

 

Seperti diketahui, walaupun apabila seseorang anggota dewan terkena masalah hukum hal tersebut menjadi kewenangan kepolisian. Namun apabila ternyata kasus yang membelitnya berdampak terhadap ritinitasnya sebagai anggota dewan maka secara aturan tata tertib peraturan tetap harus ditegakkan.

 

“ Sesuai tata tertib, seorang anggota dewan yang tidak hadir dalam enam kali paripurna. Maka segera wakil rakyat tersebut akan dipanggil dan diberikan sanksi “, ungkap Hadi.

 

Seperti diketahui, Imam Supi’I merupakan anggota DPRD Sidoarjo dari fraksi PDIP yang tersangkut masalah hukum atas dugaan gratifikassi penjualan tanah untuk BUMN di wilayah yang ada di Kecamatan Prambon. Dari hasil keikut sertaannya sebagai pejabat negara untuk ikut melakukan proses penjualan tanah tersebut, tersangka menerima komisi berupa mobil Honda HRV yang kini sudah diamankan oleh aparat kepolisian. (raa/in)






Comments are Closed