98 KILOMETER TRENGGALEK LAWAN ABRASI

Trenggalek – Sesuai data dari BNPB potensi abrasi maupun tsunami di kawasan pesisir selatan Trenggalek cukup tinggi. Terlebih Trenggalek, memiliki panjang pantai mencapai 98 KM, mulai dari ujung Watulimo hingga Kecamatan Panggul, Minggu (12/11/2017)

Untuk mengurangi dampak dari resiko bencana tersebut BNPB menggelar sekolah laut bagi seribu relawan kebencanaan, masyarakat maupun pelajar, yang ada di wilayah Trenggalek. Dalam sekolah laut tersebut, seluruh peserta mendapatkan ilmu tentang berbagai jenis ancaman bencana di pesisir pantai hingga cara pengurangan resiko bencana.

“ Selain itu, para peserta sekolah laut juga di ajak melakukan aksi nyata dengan gerakan pungut sampah di sepanjang Pantai Cengkrong, serta melakukan penanaman pohon mangrove di Kawasan Pancer Cengkrong “, ujar Gita Yulianti Suwandi selaku KASUBDIT penyegahan BNPB

“ Penanaman mangrove tersebut dinilai penting karena sebagai salah satu bentuk mitigasi untuk mengurangi dampak dari ancaman abrasi laut “ tambahnya

“ Adanya sekolah laut ini, diharapkan akan muncul kesadaran dari masyarakat maupun relawan kebencanaan di seluruh Wilayah Trenggalek, untuk bergotong royong melakukan gerakan pengurangan resiko bencana “, ujar Joko Rusianto selaku Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek. (bc/in)






Comments are Closed