MUSIM PANCAROBA, SERAPAN BERAS BULOG TURUN DRASTIS

Memasuki musim paceklik serapan beras dari petani ke Bulog Subdivre Kediri menurun drastis sejak dua bulan lalu. Meskipun demikian bulog sudah memiliki pasokan untuk distribusi raskin dan BPNT hingga bulan Februari tahun depan.

 

Dampak musim paceklik tidak hanya dirasakan bagi perekonomian sejumlah petani tetapi juga terhadap serapan beras yang masuk ke Gudang Bulog Sub Divisi Regional Kediri. Belakangan ini jumlah serapan menurun drastis dari semula biasanya bisa mencapai 250 ton beras per har kini hanya bisa menyerap 15 sampai 20 ton tiap hari. Jika dikalkulasi penurunannya mencapai sepuluh kali lipat lebih.

 

Kondisi ini diperparah dengan musim panen yang diperkirakan terjadi pada kisaran april hingga mei 2018. Jika dilihat pasokan saat ini masih sekitar 15 ribu ton beras maka masih bisa bertahan untuk persiapan distribusi raskin hingga Februari tahun 2018.

 

Menurut Kepala Bulog Sub Divre Kediri Rahmad Syahdjoni Putra, penurunan jumlah serapan akibat panen raya sudah habis sehingga beras yang dijual petani ke bulog cukup minim. Guna mencukupi kebutuhan beras bulog Sub Divre Kediri juga melakukan serapan beras komersil di luar ketentuan Inpres Nomor  5 Tahun 2015. Pihaknya membeli beras dengan harga 8 ribu 100 rupiah hingga 8 ribu 400 rupiah per kilogram yang nantinya diperuntukkan bagi beras bantuan pemerintah non tunai.

 

Lebih lanjut menurut djoni pihaknya juga mengapresiasi adanya penetapan harga eceran tertinggi untuk beras kualias medium sejak bulan september kemarin. Dengan begitu para tengkulak maupun penjual beras tidak bisa main-main harga. Dengan patokan beras medium 9 ribu 450 ribu per kilogram dan beras premium 12 ribu 800 kilogram.

 

Sementara itu sejumlah pasokan beras hasil serapan dari petani kini disimpan di empat gudang. Yakni dua di kediri dan dua sisanya di Nganjuk. Luas lahan tanam padi di wilayah Perum Bulog Sub Divre Kediri terbilang minim yakni sekitar 40 persen di Kabupaten Nganjuk 35 persen di Kabupaten Kediri dan 5 persen di Kota Kediri.

 

 

KEDIRI ROFIAN RIZQI

Editor YSN






Comments are Closed