Kursi Roda Pintar Bantu Kaum Disabilitas

Kursi roda yang beredar di pasaran saat ini  masih belum sepenuhnya memberikan kemudahan bagi para penggunanya, terutama para disabilitas. Hal yang sangat membanggakan ditorehkan oleh sekelompok anak muda  asal Perguruan Tinggi Negeri Malang. Melihat kaum disabilitas yang masih belum terbantu dengan kursi roda biasa membuat mereka berinovasi lebih. Dengan membuat kursi pintar mereka berharap dapat berguna bagi kaum tersebut.

 

Suatu hal menariknya dari inovasi tersebut  ialah  disedaikannya banyak fitur  sehingga memungkinkan penyandang disabilitas bisa mengendalikan kursi rodanya . Sudah banyak kursi roda yang beredar di masyarakat .  Dalam membantu seseoorang  yang membutuhkan. Namun fitur yang disediakan masih belum sepenuhnya memberikan manfaat yang diinginkan oleh pengguna terutama para disabilitas.

 

Sebuah tim Penelitian  Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya  Kota Malang memiliki komitmen untuk meneliti sekaligus berkontribusi untuk para penyandang disabilitas di indonesia.  Berdasarkan data badan pusat statistik  BPS cacat yang paling banyak dialami masyarakat pada bagian tubuh seutuhnya.

 

Dari penelitian tersebut  mereka yang terdiri dari  satu tim mahasiswa dan dosen  berpikir untuk membuat inovasi kursi pintar  untuk penyandang disabilitas  yang menyediakan banyak fitur. Kursi rodapintar itu berbasis computer vision  sehingga memungkinkan penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan fisik bisa mengendalikan kursi rodanya.

 

Koordinator Tim Riset Fitri Utami Ningrum menerangkan konsep  ini bahwa adanya kienginginkan membantu penyandang disabilitas  baik dari tingkat tinggi sampai  tingkat menengah. Kursih roda ini sudah memiliki paten di beberapa fiktur mulai dari Tracking, Haet Modmen,  Voice Recoresend, dan yang belum memiliki paten adalah seluruh dari Integrated Sytem. Mereka berharap kursi roda ini bisa berkolaborasi dengan industri untuk melakukan produksi masal terhadap produk ini. Perangkat yang dibuat kurang lebih  selama enam bulan ini dilengkapi dengan intel nuc atau mini prosesor dan aki sebagai pembangkit daya .

 

Kemudian mereka juga menjelaskan bahwa akan menyediakan fitur gerakan kepala bagi mereka yang cacat bisu. Ada juga  sistem human tracking yang terinspirasi dari para asisten yang biasanya mendorong kursi roda dari belakang penyandang.  Dengan sistem ini asisten hanya perlu berdiri di depan kursi roda, lalu kursi tersebut mengikuti asisten atau sang pendonrong.  Mereka juga berharap untuk kedepannya  kursi roda pintar ini  akan terus dikembangkan  termasuk  nantinya bisa mengendalikan kursi roda melalui gerakan bola mata.

 



KOTA MALANG- TUHU PRIONO

IMK






Comments are Closed