Desa Blongko Usung Budaya Grebeg Suro

Warga Dusun Jati Desa Blongko Kecamatan Ngetos Nganjuk dalam memperingati pergantian bulan Muharram atau Grebek Suro telah dilakukannya secara rutin setiap tahun. Kini tepat di hari yang sama seluruh warga mengusung kembali kebudayaan tersebut. Dengan membawa tumpeng yang berjumlah 115 dan 2 tumpeng raksasa menuju Makam leluhur Eyang Hadi Kusomo diharap akan membawa berkah kepada seluruh warga Desa Blonko. Grebek Suro yang dilakukan dengan mengarak tumpeng sejauh 1 km dan diiringi musik tradisional Jedor yang hampir mengalami kepunahan.

Tumpeng yang Diarak keliling kampung menuju Pemakaman

 

 

Alat musik jedor sendiri ialah rebbana yang berasal dari timur tengah, dan beralkulturasi dengan kebudayaan indonesia sehingga menciptakan jenis yang berbeda seperti alat musik jedor tersebut. Masyarakat yang notabane sebagai seorang petani, dalam acara grebek suro memberi pengharapan yang Merupakan Suatu Bentuk Wujud Syukur Terhadap Hasil Bumi Yang Melimpah.

 

Proses Acara Grebek Suro (Doa-Doa)

Setelah Sampai Di Makam Leluhur, Selanjutnya Para Sesepuh Desapun Melakukan Ritual Dengan Membaca Doa Dan Menaburkan Bunga. Makam leluhur Eyang Hadi Kusumo merupakan salah satu dari banyak Makam Leluhur yang ada di Situs Aulia di Ngetos Nganjuk. Di situs tersebut juga terdapat makam leluhur lain. Seperti Makam Ki ageng cek-cek Molek,Makam Ki Tumenggung Alap-Alap Danurejo,Ki Ageng Sosro Negoro,Ki Ageng Cokro Kusumo dll.

 

Tumpeng yang dibuat terdiri dari hasil panen masyarakat seperti beras, sayur mayur, dan juga buah buahan. Gunawan selaku Kepala Desa Blongko sangat mendukung acara tersebut yang bertujuan untuk melestarikan Budaya Jawa agar tidak punah di makan oleh jaman yang sudah modern seperti sekarang. Dirinya berharap dengan diadakanya acara bersih desa ini dapat menjalin kebersamaan antar warga serta menambah kesejahteraan dusun jati dengan hasil buminnya.

 

NGANJUK-ANDRI PURWANTO
Editor: IMK
Sumber : plus.google.com






Comments are Closed