DEMO TUKANG BECAK TUNTUT PENGHAPUSAN OJEK ONLINE

Pendapatan yang merosot membuat sejumlah ratusan tukang becak se-kota kediri berunjuk rasa di balai kota kediri untuk menuntut penghapusan ojek online. Aksi kedua kalinya ini digelar para pengemudi becak setelah demo di gedung DPRD yang sebelumnya tidak mendapat respon.

 

Mereka menuntut Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar segera menghapus kehadiran ojek berbasis aplikasi online yang tiga bulan terakhir beroperasi di kota kediri. Menurut tukang becak, kehadiran ojek online telah berdampak buruk terhadap penghasilan mereka. Pendapatan tukang becak merosottajam karena banyak penumpang yang lebih memilih memakai jasa transportasi berbasis online ini.

 

Massa yang membawa becak dan berbagai macam poster tuntutan kemudian diizinkan masuk ke halaman balai kota kediri. Sementara 5 orang perwakilan dari pengunjuk rasa diperbolehkan menemui pejabat terkait. Dalam dialog yang berlangsung kurang lebih 1 jam pemerintah daerah berjanji akan segera memediasi mereka dengan ojek online.

 

Menurut selaku Apip Permana,Kabag Humas Pemkot Kediri menjelaskan bahwa seluruh aspirasi tukang becak ditampung untuk disampaikan Ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur.Mengingat protes terhadap ojek online ini juga terjadi di berbagai daerah di jawa timur. Hal yang tengah dilakukan pemerintah daerah adalah meredam ketegangan antara kedua belah pihak dengan rencana mempertemukan tiap-tiap perwakilan dalam forum mediasi.

 

Setelah mendapatkan jawaban dari pemerintah daerah seluruh tukang becak akhirnya meninggalkanBalai Kota Kediri . Sementara itu sembari menunggu agenda mediasi pemkot menyarankan agar pengemudi ojek online tidak mengambil penumpang di pangkalan becak atau ojek konvensional melainkan mereka hanya diperbolehkan menurunkan penumpang saja.

 

 

KEDIRI NANANG MASYHARI
FIRLI






Comments are Closed