Keris Trenggalek Menapak Bumi Mancanegara

Keris sebagai salah satu warisan budaya leluhur di nusantara patut dijaga. inilah yang melatarbelakangi Hadi Sunaryo warga kelurahan tamanan  kecamatan trenggalek memilih menekuni usaha pembuatan keris. keterampilan membuat keris ini sudah  ia lakukan selama 13 tahun.

 

Kecintaan pria ini terhadap keris membuatnya semakin  hingga akhirnya terus menggali dan menelisik keunikan keris melalui berbagai sumber dan referensi kesukaannya terhadap benda pusaka ini tidak lepas dari aktivitas orang tuanya yang dulu berprofesi sebagai pedagang keris.

 

Kemampuan Hadi Sunaryo yang dikenal dengan nama Aryo Pulanggeni dalam membuat benda pusaka itu bermula saat berkenalan dengan seorang empu dari madura.  dari situlah sunaryo belajar tata cara dan tahapan dalam membuat keris yang bagus.

 

Dengan kecermatannya sunaryo memilih material besi yang akan dipergunakan sebagai bahan pembuatan keris. Setelah itu hadi sunaryo membakar lempengan besi di sebuah tungku khusus yang ada di dalam rumahnya. Besi yang telah merah membara selanjutnya ditempa berulangkali hingga sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

 

Kegiatan yang dilakukan warga kelurahan tamanan  kecamatan  kabupaten trenggalek selama 13 tahun  ini tak ubahnya seperti pandai besi. Yang membedakan adalah karya yang dihasilkan.Untuk membuat satu bilah keris membutuhkan waktu 3 hari sampai 3 minggu. Proses pembuatan tidak bisa dilakukan secara sembarangan arena ada berbagai tahapan dan cara khusus yang harus dilalui.

 

Besi yang digunakan juga tidak boleh asal-asalan untuk karyanya sunaryo memilih menggunakan besi pulosasi dan besi belitung. Demikian juga untuk bahan bakarnya   untuk keris tertentu menggunakan arang khusus. Tahapan pembuatan setiap bilah keris dilakukan dengan hati-hati dan ketelatenan karena benda yang dihasilkan bukan sekedar senjata tajam maupun belati melainkan sebuah karya seni.

 

Menurut Sunaryo yang sulit adalah membuat keris pusaka bernilai seni tinggi karena prosesnya rumit  bahanya dan maharnya pun juga tinggi.

 

Salah satu kolektor keris  yaitu amar yang juga mengoleksi keris sebagai senjata pusaka dan karya seni peninggalan nenek moyang yang harus dilestarikan agar tidak punah. Ada banyak makna yang terdapat dalam keris menurut falsafah jawa. Satu bilah keris buatan sunaryo dihargai mulai 650 ribu sampai 400 juta rupiah. Perbedaan harga tersebut ditentukan dari kualitas keris yang dihasilkan. Keris buatan sunaryo sudah diakui pecinta dari luar daerah seperti solo, jogya, bahkan hingga ke manca negara.

 

TRENGGALEK-BAMBANG CAHYONO






Comments are Closed