TRAGIS SATU KELUARGA HIDUP MEMPRIHATINKAN

Kemiskinan masih menjadi persoalan yang perlu diselesaikan oleh pemerintah seperti satu keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan di Kecamatan Ngronggot Nganjuk. Satu keluarga tersebut menempati rumah berukuran 1,5 m  x 75 cm ini ditempati oleh satu keluarga.

Nasib malang dialami Binti Munasiroh (45 )Warga Desa Ngronggot Kecamatan Ngronggot Nganjuk. Dirinya yang sehari hari bekerja sebai buruh cuci baju ini bertahan hidup dengan suami dan satu anaknya. Di sebuah gubuk reot berukuran 1,5 m x 75 cm di bawah perkarangan jati milik warga.

Meski hidup dengan serba kekurangan dirinya tetap menjalanai hidup dengan ihlas ditemanai Urip 3 tahun anak semata wayangnya. Bermodalkan kesabaran yang cukup keluarga ini sudah tinggal di gubuk selama dua tahun yang sebelumnya dirinya bersama suami bekerja menjadi buruh penyadap karet di kalimatan.

Urip anak pasangan Binti Munasiroh dengan Mahmud ini  merasa nyaman tinggal di gubuk meski terkadang dirinya mengaku kesulitan saat belajar dan apalagi kalau musim hujan sudah tiba rumahnya sering bocor.

Saat hujan deras seringkali dirinya terpaksa tidur di masjid dekat rumahnya agar tidak kehujanan. Meski harus makan seadanya urip tetap senang karena dirinya tinggal bersama kedua orang tuanya ia hanya bisa berharap ada uluran para dermawan untuk bisa memperbaiki gubuknya.

 

Sementara itu Binti Munasiroh ibu Urip hanya bisa pasrah menerima kenyataan hidupnya yang menjadi buruh cuci dan berpenghasilan 15 ribu rupiah per hari. Dengan ditambah dari suaminya yang sehari – hari berjualan kopi di pasar ngronggot hasil ini dirasakannya cukup untuk makan saja.

 

Meski pun banyak program bedah rumah dari pemerintah tapi tidak dirasakan oleh keluarga ini. Berkali kali dirinya mengusulkan bedah rumah kepada pemerintah namun sayang hingga saat ini juga belum pernah terwujud.

 

DARI NGANJUK ANDRI PURWANTO BBSTV

 

 






Comments are Closed