DINAS PENDIDIKAN GALAKKAN RAZIA

Kasus prostitusi anak yang melibatkan pelajar dibawah umur sedang marak dan menjadi perhatian khusus dinas pendidikan kota surabaya. Untuk mencegah kasus tersebut terulang kembali dispendik kota surabaya  akan menggalakkan razia telpon selular di sekolah.

Kepala dinas pendidikan kota surabaya langsung  angkat bicara terkait kasus  prostitusi  yang ditangani unit ppa polda jatim yang melibatkan pelajar di surabaya. Ironisnya  pelajar  yang menjadi korban dalam kasus prostitusi tersebut masih di bawah umur.

Menurut Ikhsan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya  bahwa pihaknya sudah  berupaya menekan kenalakan remaja di kota surabaya. Selain melakukan razia handphone  pihaknya juga mengintensifkan peran konselor di sekolah  sekolah. Sehingga  siswa yang nempunyai masalah bisa  meminta saran pada konselor  agar tidak terjerumus dalam kenakalan remaja. Ketua Dispendik ini juga ,menambahkan bahwa kenakalan remaja tidak bisa hanya mengandalkan peran guru disekolah. Melainkan orang tua yang lebih berpengaruh dan memiliki waktu luang lebih banyak bersama sang anak.

Seperti berita yang telah banyak beredar yaitu unit ppa polda jatim yang berhasil mmbongkar kasus prostitusi online kota surabaya, dan lebih disayangkan para korban yang terjerumus dalam dunia hitam tersebut notabane nya ialah remaja berusia 17 dan 14 tahun. Kini kasus tersebut masih ditangani oleh pihak berwajib.

 

DARI SURABAYA- NATALIA






Comments are Closed