PETANI GARAM RESAH HARGA GARAM SEMAKIN ANJLOK

Meski musim panen garam melimpah harga garam di pasaran kini justru anjlok. Jika biasanya harga garam seratus ribu rupiah lebih per 50 kgnya  kini anjlok menjadi 70 ribu rupiah per 50 kgnya. Akibat anjloknya harga garam ini ratusan petani garam di Sedati, Sidoarjo resah menurut petani. Anjloknya harga garam ini selain akibat adanya garam impor yang masuk ke Indonesia juga adanya panen raya karena stok garam di petani melimpah.

Ratusan petani garam di kawasan Sedati-Sidoarjo semakin lama semakin resah.  Keinginan untuk meraih untung besar saat menjelang panen garam kini hanya angan-angan karena turunnya harga garam di pasaran. Jika biasanya petani garam di Sedati Sidoarjo mampu menjual hasil panen mereka di atas seratus ribu rupiah per 50 kgnya kini hanya mampu menjual garam sekitar 70 ribu per 50 kg atau sekitar seribu empat ratus ribu rupiah per kilogramnya.

 

Petani menduga anjloknya harga garam ini selain adanya garam impor yang masuk ke Indonesia  juga dampak adanya panen raya sehingga stok garam di petani melimpah.

Terkait kondisi ini petani garam di Sedati Sidoarjo tidak bisa berbuat banyak. Merekapun tetap harus menjual dengan harga menyesuaikan pasaran. Petani terpaksa harus menjual murah garam hasil panennya karena mereka juga butuh dana untuk pengelolaan dan produksi garam berikutnya.

Petani hanya bisa berharap ada perhatian dari Pemerintah terkait kondisi ini sehingga harga garam bisa kembali normal seperti semula. Selain itu,  Petani juga berharap agar Pemerintah bisa membatalkan impor garam sehingga harga garam lokal di tingkat petani bisa tetap tinggi atau minimal normal seperti harga sebelumnya

SIDOARJO-ROGHIB AL ANSHORI






Comments are Closed