Tekan Inflasi Jelang Ramadhan

Tekan Inflasi Jelang Ramadhan2Banyuwangi – Langkah yang ditempuh Bank Indonesia selaku koordinator Tim Pengandalian Inflasi Daerah (TPID) dalam mengendalikan gejolak harga menjelang bulan ramadhan dengan berbagai cara, diantaranya berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, serta Bulog untuk mengadakan operasi pasar murah khusus kebutuhan pokok. Tak hanya itu, TPID juga akan menggandeng kepolisian untuk menyisir beberapa tempat yang berpotensi menjadi lokasi penimbunan beras. Hal ini menjadi salah satu pokok pembahasan dalam sosialisasi peranan Bank Indonesia dan diskusi isu strategis perekonomian daerah dengan media Jawa Timur di hotel Santika Banyuwangi.

Kepala pengembangan ekonomi perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember, Lukman Hakim mengatakan, biasanya masyarakat pada moment menjelang lebaran membeli bahan dalam skala besar. Untuk itu pihaknya selain mengedukasi masyarakat agar membeli bahan sesuai kebutuhan, juga melihat pasokan yang ada. Bila pasokan menipis, pihaknya bersama Pemerintah Daerah dan Bulog akan mengadakan operasi dalam waktu yang cukup sehingga harapannya harga bisa turun.

Sementara itu dalam diskusi dengan awak media ini juga disinggung terkait peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap uang pada tahun 2017 yang diprediksi sekitar 20% – 30% dibandingkan tahun 2016.

Sesuai data Bank Indonesia perwakilan Jember, tahun 2015 kebutuhan masyarakat terhadap uang sebesar 19 triliun, tahun 2016 meningkat menjadi 23 triliun, dan tahun ini proyeksinya akan meningkat sekitar 4 triliun rupiah.

Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, BI menerbitkan sekitar 50% pecahan 100 ribu rupiah, 45% pecahan 50 ribuan, dan 5% merupakan pecahan 20 ribu ke bawah.-Rofian Rizqi






Comments are Closed