Kerajinan Alat Musik Karimba Merambah Hingga Luar Negeri

Kerajinan Alat Musik Karimba Merambah Hingga Luar Negeri2Banyuwangi -Berawal dari menjadi kuli bangunan di pulau Dewata, pria asal dusun Bolot, desa Alian, kecamatan Rogojampi Banyuwangi,  berhasil membuat alat musik khas Afrika Karimba hingga menembus pasar luar negeri. Setelah melihat di toko-toko yang terdapat di Bali, akhirnya Supriyanto  pulang kekampung halaman untuk membuat karimba yang berbahan dasar batok kelapa, papan kayu, serta besi jeruji kendaraan roda dua.

Untuk membuat alat musik ini cukup mudah, pertama papan kayu di haluskan terlebih dahulu menggunakan mesin penghalus kayu. Tahap selanjutnya menyamakan lebar lingkaran batok kelapa dengan papan kayu menggunakan pensil dan memberi tanda setiap batok kelapa dan papan kayu tersebut.

Setelah itu, proses pemotongan papan kayu menggunakan gergaji, dilanjut proses pemakuan dan penggabungan  antara papan kayu dengan batok kelapa menggunakan lem. Karimba setengah jadi ini kemudian dilakukan proses penghalusan dan pemlituran.

Untuk menambah keindahan, karimba pun melewati proses pengecatan dengan berbagai motif. Butuh ketelatenan dan kesabaran dalam mengecat motif karimba sesuai dengan pesanan.

Dalam sehari, Supriyanto dapat membuat karimba 600 hingga 700 unit. Dengan memperkejakan sebanyak 7 karyawan.

Satu karimba di bandrol dengan harga Rp 20.000 – Rp 50.000, negara tujuan pengirim karimba yakni Afrika, Jamaika, dan Bali.-Pendik Riyatno






Comments are Closed