WELCOME TO BIOSTV

LIFESTYLE | NEWS | SPORT | ENTERTAINMENT | BUSINESS


               

LIVE TV

TRIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA , UNTUK MENONTON SECARA LANGSUNG KLIK LIVE

PROGRAM

KAMI AKAN SELALU MEMBERIKAN YANG TERBAIK

NEWS

BRIsat Sudah Mengudara, BRI Siapkan Teras Pasar

Jakarta - Setelah diluncurkan pada 19 Juni lalu, satelit komunikasi pertama milik BRI yaitu BRIsat butuh waktu 10 hari untuk tiba di orbitnya. Pada 29 Juni 2016, BRIsat sudah tiba di slot orbit untuk tes yakni 150.65 BT. Panel surya dan reflektor juga sudah dibentangkan. Slot orbit untuk tes ini hanya berjarak 0.15 dari slot orbit final yaitu 150.5 BT atau tepatnya di atas langit Papua. Saat ini BRIsat tengah menjalani serangkaian uji coba paling lama 60 hari hingga proses handover dari SSL ke BRI. Sembari menunggu kesiapan BRIsat, di darat BRI pun tidak diam saja. Berbagai persiapan sedang dilakukan terutama terkait digital banking di pelosok-pelosok daerah. Sebabnya, memang inilah tujuan utama BRI membuat dan meluncurkan BRIsat. Dengan memiliki satelit komunikasi sendiri, BRI dapat lebih leluasa mengembangkan layanan perbankannya terutama untuk UMKM dan pasar-pasar di daerah. Selama ini masalah infrastruktur komunikasi masih jadi hambatan utama. Sementara jika nanti BRIsat sudah beroperasi sepenuhnya, BRI bisa memanfaatkan satelit ini semaksimal mungkin. Bisa untuk keperluan komunikasi antar kantor cabang, koneksi puluhan ribu ATM-nya serta membuat wi-fi sendiri di pasar. Terkait kegunaan BRIsat di pasar, saat ini BRI sedang menyiapkan program Teras Pasar. Penjelasan singkatnya kurang lebih seperti ini. Di setiap pasar akan dipasang VSAT yang terhubung langsung dengan BRIsat, sebuah Wi-Fi Hotspot dan koneksi LAN. Wi-Fi Hotspot ini akan dimanfaatkan BRI untuk sejumlah layanan seperti LAS Mobile Wi-Fi dan sistem pembayaran terintegrasi yang terdiri dari EDC Wi-Fi, Pos Wi-Fi dan web BRILink. Dengan adanya koneksi wi-fi langsung lewat satelit, nantinya berbagai transaksi perbankan akan lebih lancar. Bebas dari gangguan koneksi 3G maupun GPRS. Wi-Fi Hotspot di Teras Pasar juga bisa diakses gratis oleh merchant maupun nasabah BRI. Sementara itu koneksi LAN berfungsi untuk menyediakan layanan BRI Vision (siaran TV terbatas BRI untuk penyuluhan UMKM dan pemasaran produk BRI). Untuk berbagai informasi terbaru seputar BRIsat, Anda dapat mengunjungi brisat.detik.com.Jakarta - Setelah diluncurkan pada 19 Juni lalu, satelit komunikasi pertama milik BRI yaitu BRIsat butuh waktu 10 hari untuk tiba di orbitnya. Pada 29 Juni 2016, BRIsat sudah tiba di slot orbit untuk tes yakni 150.65 BT. Panel surya dan reflektor juga sudah dibentangkan. Slot orbit untuk tes ini hanya berjarak 0.15 dari slot orbit final yaitu 150.5 BT atau tepatnya di atas langit Papua. Saat ini BRIsat tengah menjalani serangkaian uji coba paling lama 60 hari hingga proses handover dari SSL ke BRI. Sembari menunggu kesiapan BRIsat, di darat BRI pun tidak diam saja. Berbagai persiapan sedang dilakukan terutama terkait digital banking di pelosok-pelosok daerah. Sebabnya, memang inilah tujuan utama BRI membuat dan meluncurkan BRIsat. Dengan memiliki satelit komunikasi sendiri, BRI dapat lebih leluasa mengembangkan layanan perbankannya terutama untuk UMKM dan pasar-pasar di daerah. Selama ini masalah infrastruktur komunikasi masih jadi hambatan utama. Sementara jika nanti BRIsat sudah beroperasi sepenuhnya, BRI bisa memanfaatkan satelit ini semaksimal mungkin. Bisa untuk keperluan komunikasi antar kantor cabang, koneksi puluhan ribu ATM-nya serta membuat wi-fi sendiri di pasar. Terkait kegunaan BRIsat di pasar, saat ini BRI sedang menyiapkan program Teras Pasar. Penjelasan singkatnya kurang lebih seperti ini. Di setiap pasar akan dipasang VSAT yang terhubung langsung dengan BRIsat, sebuah Wi-Fi Hotspot dan koneksi LAN. Wi-Fi Hotspot ini akan dimanfaatkan BRI untuk sejumlah layanan seperti LAS Mobile Wi-Fi dan sistem pembayaran terintegrasi yang terdiri dari EDC Wi-Fi, Pos Wi-Fi dan web BRILink. Dengan adanya koneksi wi-fi langsung lewat satelit, nantinya berbagai transaksi perbankan akan lebih lancar. Bebas dari gangguan koneksi 3G maupun GPRS. Wi-Fi Hotspot di Teras Pasar juga bisa diakses gratis oleh merchant maupun nasabah BRI. Sementara itu koneksi LAN berfungsi untuk menyediakan layanan BRI Vision (siaran TV terbatas BRI untuk penyuluhan UMKM dan pemasaran produk BRI). Untuk berbagai informasi terbaru seputar BRIsat, Anda dapat mengunjungi brisat.detik.com.

Arek Suroboyo Ini Siap Pimpin Apersi

Surabaya - Suksesi kepemimpinan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) masih lama. Namun, calon ketua umum DPP Apersi periode 2016-2020 sudah mulai muncul. Seperti Junaidi Abdillah, Wakil Ketua Umum Bidang Kemitraan DPP Apersi. Arek Suroboyo ini mendeklarasikan pencalonannya di kota kelahiran. Dihadapan pengurus DPD Apersi Jawa Timur, pengembang perumahan yang sukses di Jawa dan Kalimantan ini mendeklarasikan dirinya maju sebagai calon ketua umum DPP Apersi, dan menyampaikan visi misinya sebagai caketum Apersi. "Dari awal teman-teman banyak yang bertanya apakah saya maju atau tidak. Pas momentum ke Surabaya, saya mendeklarasikan maju sebagai calon ketua umum," kata Junaidi Abdillah, Selasa (26/7/2016). "Kenapa saya deklarasikan di Surabaya. Saya ini asli Jawa Timur. Kampung halaman saya di Surabaya. Bagaimana pun sejarah nggak bisa menghapus itu. Ketika ke Surabaya sebagai kampung halaman saya, saya rasa sangat pas untuk mendeklarasikan sebagai calon ketua umum," tutur arek Keputran ini. Visi misi Junaidi untuk menjadi calon Ketua Umum Apersi yakni, ingin menjadikan organisasi Apersi semakin kuat di 'dunia' pengembang perumahan dan pemukiman di Indonesia. "Selain ada komersil, juga ada pengembang perumahan kelas MBR. Saya ingin menciptakan pengembang perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), karena memang Apersi tidak lepas dari masyarakat kecil," kata pria yang pernah menjadi caretaker Ketua DPD Apersi Jawa Timur ini. Bicara mengenai pengembangan perumahan untuk MBR memang margin-nya sangat kecil dibandingkan dengan komersil. Namun, upaya tersebut akan terus dilakukan sebagai dukungan terhadap program Presiden Jokowi tentang penyediaan sejuta unit rumah yang ditargetkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Kita ingin tetap berkosentrasi di MBR. MBR ini selain usaha juga beramal, untuk masyarakat yang belum punya rumah," tandasnya. Sementara itu, Ketua DPD Apersi Jawa Timur Adhita Setyawan mengatakan, baru Junaidi Abdillah yang sudah mendeklarasikan sebagai calon ketua umum di Jatim. "Selama ini belum ada yang mendeklarasikan sebagai calon ketua umum, baru Pak Junaidi yang mendeklarasikan dan menyampaikan visi misinya. Kalau ada calon lain yang ingin menyampaikan visi misinya di Jawa Timur, kami wellcome," jelas Adhita. Munas ke IV DPP Apersi paling lambat digelar pada Desember 2016. Dalam munas tersebut akan memilih ketua umum menggantikan Eddy Ganefo, yang masa jabatannya berkahir pada tahun ini. Hingga sekarang, belum ada DPD Apersi provinsi yang mengusulkan untuk menjadi tuan rumah munas. Jika ada yang mengusulkan menjadi tuan rumah, DPP Apersi akan mempertimbangkannya. Namun, pengurus pusat sementara ini akan memilih Jakarta sebagai lokasi munas.

Ratusan Pasukan Kuning Kirab Adipura Kirana Keliling Kota Mojokerto

Mojokerto - Piala Adipura Kirana diarak keliling Kota Mojokerto oleh ratusan petugas kebersihan (pasukan kuning), Selasa (26/7/2016). Penghargaan bagi kota sedang yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pengelolaan lingkungan hidup itu diraih Kota Onde-onde untuk yang pertama kalinya. Kirab dimulai dari kantor Pemkot Mojokerto di Jalan Gajah Mada. Sedikitnya 217 pasukan kuning diiringi kesenian reog mengarak piala menyusuri Jalan Pahlawan, Raden Wijaya, Brawijaya, Hayam Wuruk, Jalan Letkol Sumarjo, Jalan A Yani, dan Jalan Majapahit. Kirab dilanjutkan ke Jalan Bhayangkara, PB Sudirman, HOS Cokroaminoto, Jalan Gajah Mada dan kembali ke kantor Pemkot Mojokerto. Ratusan petugas kebersihan itu mengendarai gerobak sampah yang menjadi 'kendaraan dinas' mereka sehari-hari. "Piala ini kami kirab untuk menunjukkan kebanggan kepada warga Kota Mojokerto atas diraihnya Adipura ini, dan juga memotivasi masyarakat apa yang kita lakukan dapat diapresiasi oleh Presiden. Sehingga mereka akan lebih semangat," kata Waliota Mojokerto Mas'ud Yunus. Setelah dikirab, Piala Adipura Kirana diserahkan kepada walikota pada apel di halaman kantor Pemkot Mojokerto. Mas'ud menuturkan, penghargaan Adipura Kirana ini merupakan yang pertama kalinya diraih Kota Mojokerto. Tentunya ini menjadi kejutan bagi semua pihak setelah tiga tahun gagal meraih Adipura. "Penghargaan ini bukan hanya untuk pemerintah, tapi juga untuk seluruh masyarakat Kota Mojokerto. Karena warga lah yang menentukan kotanya menjadi ramah lingkungan," ujarnya. Piala Adipura Kirana ini, lanjut Mas'ud juga tak lepas dari kerja keras para petugas kebersihan. Dia berjanji akan meningkatkan kesejahteraan 217 pasukan kuning di Kota Mojokerto. "Kami akan tingkatkan kesejahteraan pasukan kuning. Reward akan kami berikan saat syukuran acara wayangan 14 Agustus. Akan kami pikirkan apa yang akan kami berikan kepada mereka," cetusnya. Kendati begitu, Mas'ud meminta agar masyarakat dan SKPD terkait tak mudah puas diri. Menurutnya, ada beberapa yang masih perlu ditingkatkan. Antara lain terkait persoalan pengelolaan sampah, penghijauan, dan merubah seluruh masyarakat agar peduli terhadap lingkungan. "Maindset masyarakat dari yang kurang peduli lingkungan harus diubah menjadi peduli lingkungan," pungkasnya.

Seorang Penumpang Melahirkan dalam Gerbong Kereta Api di Jember

Jember - Seorang penumpang kereta api Probowangi jurusan Banyuwangi - Surabaya, melahirkan bayi dalam gerbong kereta api. Persalinan dilakukan darurat karena kereta api sedang berjalan. Bayi perempuan yang lahir dalam perjalanan kereta api itu merupakan anak ke-tiga dari pasangan suami istri, Eko dan Dwi Agustian. Mereka merupakan warga Rt.02 Rw.82 Desa/Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. "Pasangan suami istri itu berangkat bersama anggota keluarga lainnya untuk liburan ke rumah keluarganya yang berada di Kecamatan Rambipuji, Jember," terang Manager Humas PT. KAI Daops IX Jember Krisbiantoro saat dikonfirmasi, Senin (25/7/2016). Menurut pengakuan keluarga, dokter memprediksikan bahwa sang bayi akan lahir sekitar satu bulan lagi. Maka dari itu, mereka pun melanjutkan rencana mereka bepergian lintas kabupaten. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Dwi Agustian sudah merasakan mulas pada perutnya ketika kereta api berada di sekitar stasiun Kalibaru, Banyuwangi. Namun, mereka mengira bahwa itu hanya rasa mulas biasa yang kerap dialami oleh ibu hamil. "Sampai akhirnya mereka menyadari jika bayi itu benar-benar akan lahir di sekitar Stasiun Ledokombo, Jember. Kru PT. KAI Daops IX Jember kemudian mencari informasi keberadaan penumpang yang berprofesi di bidang kesehatan, khususnya yang bisa membantu persalinan," kisah Krisbiantoro. Beberapa menit mencari, petugas mendapati dua praktisi kesehatan yaitu Yulis Istina yang duduk di KA Ekonomi 4 dan Dian Eka yang menempati KA Ekonomi 1. "Sedangkan persalinan sendiri dilakukan di tempat duduk ibu Dwi Agustian di KA Ekonomi 3. Petugas KAI menetralisir lokasi selama proses persalinan berlangsung, walaupun kejadian itu jelas menarik perhatian penumpang yang ada," ulasnya. Persalinan tersebut berlangsung singkat. Setelah lahir, bayi beserta keluarganya diberhentikan di Stasiun Kalisat, Jember. Kemudian langsung dilarikan di Puskesmas setempat. "Hingga kini, bayi itu masih ada di Puskesmas Kalisat. Rencananya, malam ini keluarga bayi yang berada di Rogojampi akan menjemput untuk langsung dibawa ke rumahnya," tukas Krisbiantoro.

ABOUT

Biography

Bios TV (sebelumnya bernama BBS TV) merupakan salah satu stasiun televisi swasta lokal di Kota Surabaya, Jawa Timur. Bios TV memperoleh izin mengudara secara lokal di Surabaya pada tanggal 1 September 2008 dengan nama BBS TV. Sejak Oktober 2009, Bios TV telah mendapat IPP (Izin Pelenggaraan Penyiaran) berdasarkan keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika R.I Nomor: 371/KEP/M.KOMINFO/10/2009. Saat ini, jam mengudaranya dimulai pukul 04.00-24.00 WIB setiap harinya. Jangkauan siarannya bertahap akan meliputi kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Pasuruan, Kamal, Bangkalan,mojokerto,jombang,madiun,kediri dan banyuwangi. TV lokal yang dimiliki oleh PT BIOS ini mengambil segmen pemirsa keluarga. Program yang ditayangkan sebagian besar hiburan dan edukasi. Bios TV bisa dinikmati di Channel 46 UHF dengan coverage area wilayah Surabaya dan sekitarnya. Meskipun terbilang baru, tampaknya Bios TV serius menggarap bisnis televisi lokal. Saat ini Bios TV memiliki kantor studio yang berada di Puncak Permai III No. 5-7 Tanjungsari , Sukomanunggal, Surabaya, 60187 Bios TV akan selalu berusaha memberikan sarana informasi kepada masyarakat Surabaya dan sekitarnya untuk dapat mengonsumsi informasi yang bermutu dalam bidang politik, ekonomi, pendidikan, hukum, sosial, agama dan hiburan yang sifatnya informatif, komunikatif, edukatif dan tetap menjadi sebuah produk kreatif yang mampu menghibur khalayaknya pada media pertelevisian.

Personal Info

  •  Telp. 031 7380885 | Office. 0317381885 | Fax. 031 7321332
  •   Puncak Permai III No. 5-7 Tanjungsari , Sukomanunggal, Surabaya, 60187

CONTACT

INFO